kok capek bgt ya?

pernah terpikir gak sih kok sekarang capeknya lebih banyak dibanding istirahatnya? padahal hal2 yg dilakuin sekarang tuh udh terbiasa dilakuin dari dulu, kita udah terbiasa sibuk...

waktu SMA ikut eskul, organisasi, mapel padat dri jam 7 sampe jam 3 sore, belum lagi kegiatan afterschool. habis pusing pusing sama fisika dan kawan kawan, masih ada latihan paskib yg juga tiap hari, masih harus rapat osis, kegiatan pramuka, belum lagi kalo dapat hukuman dari guru sepulang sekolah. pulang jam 6 dan rasanya ya capek tapi fine fine aja. 

sekeras apapun usahaku untuk mengingat semua bentuk keluhan sewaktu SMA, tidak ada kutemukan kenangan tentang diriku yang nangis², stres, makan cuma sekali sehari, jam tidur berantakan. yang teringat cuma keluhan di pinggir lapangan basket sambil minum air bahkan sampe rebahan di lapangan kalo habis dihukum lari 25x putaran, ngeluh sama teman kalo lagi capek sama osis, ke uks cuma buat tidur, pulang malam habis rapat, sampe rumah langsung tidur tanpa ganti seragam, begadang kerja tugas tuh paling mentok jam 12 malam.

sementara waktu kuliah, yang bahkan ga mulai sepagi SMA tapi rasa capeknya berkali kali lipat. nangis tuh jadi hal lumrah yang selalu menemani tiap malam. tidur jam 4 bangun jam 6. jadi budak organisasi yang habis kuliah rapat mulu kerjanya. belum lagi tugas menumpuk. tapi, tapi... 

rapat, organisasi, belajar, nugas, bukannya udah dilakuin sejak sekolah? lantas apa yang buat rasa capeknya jadi puluhan kali lipat? 

as simple as "semakin dewasa seseorang, semakin kompleks hidupnya". 

percaya itu ga? 

sewaktu SD, apa pernah kita kepikiran soal rapat pulang sekolah? apa pernah kita ngeluh soal perasaan kita yang ditekan sama ekspektasi dari berbagai sisi? 

tidak. karena kapasitas kita belum sampai disitu. belum waktunya.

transisi dari SMA ke kuliah memberi tambahan kerumitan dalam hidup seseorang. semua akan lebih kompleks dan rasanya pasti lebih complicated

dimulai dari usaha beradaptasi yang tidak pernah mudah. adaptasi yang menuntut diri menjadi mandiri, sabar, dan kuat. tuntutan tuntutan inilah yang secara sadar memberi tekanan yang lebih berat di bahu kanan dan kiri kita. belum lagi hal yang dipikirkan menjadi lebih banyak. bukan lagi tentang diri sendiri, tapi hal yang bahkan terbesit saja dia tidak pernah tapi sekarang malah selalu dipikirkan. 

belum selesai dengan persoalan diri sendiri, makin kompleks lagi dengan perihal begitu banyaknya suara berisik di sekitar kita. lingkungan organisasi, perkuliahan, tidak akan sesederhana saat SMA. itu karena setiap mereka juga mengalami penambahan kerumitan dalam hidup mereka masing-masing. semua orang akan menganggap dirimu dewasa lantas memberikanmu ekspektasi yang besar. lingkungan menuntutmu untuk berpacu bekerja keras dan cerdas. ya, lagi-lagi tuntutan. 

lingkungan yang mungkin dulunya kamu sungguh rasakan dukungannya, justru berubah menjadi persaingan yang melelahkan, perasaan kasih yang tidak jujur, sikap tidak ingin mendahulukan orang lain.

kapasitas kita yang semakin bertambah berbanding lurus dengan tuntutan-tuntutan yang harus kita terima

semua tekanan yang makin kompleks membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa setiap harinya adalah proses. kapasitas diri kita bertambah sekian persen setiap hari. karena pada dasarnya manusia hidup untuk menjalani semua yang terjadi dalam hidupnya. dan proses belajar menjadi proses seumur hidup, yang pada akhirnya diharapkan bahwa semua proses yang telah kita alami akan membuahkan hasil yang baik dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. 

sulit? sekali. semua prosesnya tidak ada yang mudah. ingat saja apa yang sudah kamu alami di proses-proses sebelumnya, saat itu kamu anggap tidak mudah juga. tapi sekarang, saat lihat ke belakang, kamu bisa bilang ke diri sendiri kalau dia udah berhasil melewati itu. 

tidak usah khawatir karena akan selalu terselip bahagia dan tawa di antara kompleksnya hidup ini yang seakan bisa membuatnya lebih sederhana. dan beruntungnya, porsi tawa itu bisa kamu atur sendiri. kamu bisa memilih untuk menghadapi hal kompleks itu dengan jenis perasaan seperti apa. saranku sih, perbanyak hal yang senang-senang, karena selalu ada kok di antara hal-hal rumit, cuma harus jeli dalam mencarinya. bahkan terkadang harus diciptakan sendiri.



-setiap hari kamu akan bertemu dengan versi yang lebih baik dari dirimu. semangat <3













Comments

Popular posts from this blog

hanya sebuah tulisan tentang novel Amelia si Anak Kuat

sulung