penutup

thankyou for trying to let him go, Ra. you're gonna be fine.

------------------------------------------------------------------------

-tentang salah seorang sahabatku, dan ceritanya untuk melepas luka-

tik,tok,tik,tok...

suara sekecil itupun rasanya sangat mengganggu kepalaku yang berisik, sejak tadi bergelut ingin menumpahkan semua isinya lewat telepon genggam yang huruf-hurufnya sudah siap untuk ditekan.

banyak suara yang berbicara kepadaku, "sudah..lupakan saja", "kamu akan baik-baik saja tanpanya", "dia sama sekali tidak memikirkanmu, mengapa kamu sebegitu pusingnya?"

hahaha.. 

aku tertawa getir. mereka seperti tidak mengerti perasaanku -atau memang hanya aku sendiri yang mengerti-

bukan aku tidak paham mana yang baik mana yang tidak. bukan aku tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan.

aku tau kok, tau. aku paham.

aku hanya masih berusaha mencerna semua yang terjadi. angin yang datang memang kecil saja, namun ia bergerombol, sehingga bisa membuat pertahananku goyah. 

kalian tahu? sekarang ini dua ibu jariku bahkan sudah siap untuk menuangkan beberapa poin paragraf yang ada dikepalaku. 

kalimat yang sudah lama kusiapkan tapi tidak pernah tersampaikan karena untuk menyelesaikannya saja sangat sulit. 

kalimat yang kurangkai pakai air mata, yang malam ini mampu kutulis hingga titik. selama ini kusimpan dengan rapi untuk malam ini ia bisa sampai pada pemiliknya.

I guess we've come to an end.

iya.. sebuah akhir, sebuah penutup.

aku mengirimkannya pesan yang panjaaaang sekali. membiarkannya membaca semua yang seharusnya memang untuk dia. kutuangkan semua perasaanku disitu, berharap tidak ada lagi luka yang tersisa. aku lega. semuanya sudah kupeluk, kepadanya kuberikan juga  pelukku yang terakhir.

setelah ini kuharap akan lebih banyak sayang untuknya, dan juga untukku. tuhan begitu baik membiarkanku merasakan semua ini. tuhan begitu baik menyempatkan menulis cerita untuk kita. dan aku mau cerita yang baik akan kita lanjutkan, 

masing-masing.



Comments

Popular posts from this blog

hanya sebuah tulisan tentang novel Amelia si Anak Kuat

sulung