a i u e o

 Ditulis tanggal 19 Februari 2024

==============================

    Perempuan, anak pertama, dapat didikan yang lumayan keras sejak kecil. Semua ada aturan, hidup harus teratur, patuh sama waktu. Anak kecil yang bahkan sebelum sekolah sudah diajar kalo mau sesuatu itu harus diusahakan, tidak boleh manja. 

    Pola hidup yang berlangsung belasan tahun membentuk pola pikir yang mau berpegang teguh sama apa yang diyakini benar, ego yang besar, menjadi vokal, terbuka sama kesempatan apapun dan siap ambil resikonya.

    Masa sekolah menjadi tempat dibentuknya pribadi yang berani bilang tentang isi kepalanya. Berdebat yang bukan hanya dengan teman sebaya, menjadi lebih menonjol dan memimpin yang lain, menyangkal dan 'menjawab' guru saat yang lain diam, menghadap ke pembina osis dan kesiswaan perihal pengunduran diri dari osis karena ada alasan kuat yang dipegang, tidak goyah meskipun banyak bujukan. 

    Menjadi vokal dan berani, nyatanya punya dua mata pedang. melukai orang, dan diri sendiri. Kamu akan dinilai tidak sopan dan melawan orang di depanmu karena perihal sebuah pendapat yang kamu yakini. Bukan hanya penilaian itu, akan ada banyak penilaian orang-orang yang mereka berikan karena satu kejadian saja. Lucunya, semua yang baik bisa dilupakan hanya karena satu kesalahan.

    Tapi bukan berarti punya sedikit salah. Tidak terhitung kesalahan yang darinya ada pelajaran.

    Semakin besar, disadarkan kalau dunia ternyata perlu dilihat pakai kacamata realistis. Idealis dikesampingkan dan kita harus "nurut". Dengan rendah hati menyebut kata maaf dan menjalani segala sesuatu untuk selesai dan berhasil. Menghargai setiap orang yang telah lebih dulu menapaki dunia dengan setumpuk pengalaman hebat.


Pendewasaan itu, 

sering dirasa tidak adil, tapi memang begitu cara dunia bekerja untuk orang-orang yang sedang mengusahakan hidup.

Comments

Popular posts from this blog

hanya sebuah tulisan tentang novel Amelia si Anak Kuat

sulung