jauh terburu waktu

 "kita beranjak dewasa, jauh terburu seharusnya. bagai bintang yang jatuh, jauh terburu waktu"

-potongan lagu Nadin Amizah berjudul "beranjak dewasa"

hari-hari yang lewat begitu cepat, membuat ingin mengatakan bahwa itu semua tak terasa tapi juga tidak mampu mengelak kalau semua sakitnya, semua air matanya, semua jatuhnya, sangat sangat terasa. 

tertawa sebentar lagi, menggerutu sebentar lagi. hari ini berkata ceritanya indah seperti dongeng, esok berdecak kesal seperti anak kecil yang cengeng. memangnya kapan seseorang benar-benar menjadi dewasa?

apakah kita akan sampai disana atau kita akan terus beranjak? apakah kita akan terus menaiki tangga itu satu per satu?

apakah mereka yang ada di setiap anak tangga benar-benar mengenal kita? apakah mereka sungguh peduli? ataukah kita tanpa sadar membantu mereka naik sedangkan kita perlahan terdorong mundur?

kapankah ungkapan selamat yang tulus akan ku terima? mungkinkah semuanya hanya ilusi yang terbuai dalam rangkaian manis?

haruskah ditetapkan satu hari saja dalam banyaknya 365 itu untuk merayakannya? tidak bolehkah tiap hari saja? 

sejatinya, ratusan hari itu adalah sama. bagiku tidak ada satu yang harus ku khususkan. bahkan tiap detiknya, ada titik yang berusaha ku rengkuh. semua mereka ku rayakan, pada menit-menitnya ku titipkan terima kasih kepada Dia.


"setidaknya ada cerita, dimana ada kamu di dalamnya" Nadin Amizah -mendarah



Comments

Popular posts from this blog

hanya sebuah tulisan tentang novel Amelia si Anak Kuat

sulung