if just we are meant to be together

...September 2024 

"dia cuma suka aku, hanya itu, tidak lebih"

seperti es balok yang bisa kucairkan dengan hangat, yang lama kelamaan cairnya akan mengering juga. 

episode-episode menyenangkan pada cerita ini tidak mengambil banyak tempat. 

dia dengan awal perjalanan barunya, akan bertemu dengan banyak cerita seru yang baru, dengan hari-hari diisi senja yang indah, lalu mungkin akan menempatkan rasa sukanya pada orang lain, bukan lagi aku. 

sedangkan aku yang juga tidak bisa membuat hubungan ini beranjak kemana-mana. tidak ada janji yang bisa ditawarkan, tidak ada perasaan yang bisa kubuat menetap. dia yang sangat dinamis namun irit kata. penjelasan yang berhak kudapatkan nyatanya tidak bisa ia berikan. ia berkecamuk dengan dirinya sendiri dan tidak tahu bagaimana merangkai isi kepalanya supaya bisa aku mengerti. 

sungguh, aku tak bisa menyalahkannya. dia hadir dengan banyak ketidaktahuan, tapi tidak juga mengizinkanku merapikan benang kusut di pikiran.

perasaannya padaku hanya sebatas itu, dan mungkin cuma sebercanda itu. dia suka aku, tapi tidak bisa membawa perasaannya lebih jauh. 

dia dengan ketertarikan penuh pada awal perkenalan, seperti anak kecil yang berhasil mendapatkan hadiah baru, pada akhirnya bisa merasakan jenuh. tidak mengerti harus bersikap seperti apa terhadap dukungan penuh yang ia dapatkan. seperti sesuatu yang terjadi di luar nalar manusia, ketertarikan antara dua manusia memang kadang tak bisa dipikir dengan logika. lampu kuning se terang apapun dan tembok se kokoh apapun seperti bisa diabaikan dengan perasaan yang masih utuh, pada saat itu.

"jalanin aja dulu" nyatanya tidak menemukan jalan tengah yang harus diambil, malahan hendak berhenti di tengah jalan. jalan cerita yang sebenarnya sejak awal sudah diekspektasikan tetapi tetap saja dipertanyakan "apakah benar se singkat ini?"

tetapi sayangnya ini bukan soal 'perbedaan' itu. perbedaan yang ia katakan bisa membuat kita saling melengkapi, nyatanya tidak berusaha ia bangun dengan interaksi sehari-hari. lama-lama perasaan kokoh ini bisa lelah juga. tanya yang tidak mendapatkan jawabnya, waktu luang yang tidak terbalas. malam-malam diisi kebingungan atas diri sendiri yang ingin sekali melontarkan banyak kata namun memilih untuk memahami saja. memilih sibuk dengan pikiran sendiri karena jika bertanyapun terasa percuma. menerka-nerka banyak skenario, mungkin saja peranku ini tak lagi diperlukan.

"boys never say we're done for some reasons. they just make you feel bad then leave them and blame your self"





Comments

Popular posts from this blog

hanya sebuah tulisan tentang novel Amelia si Anak Kuat

sulung